Seorang Residivis Narkoba Kembali Diringkus Polisi Bersama 4 terduga Lainnya

Seorang Residivis Narkoba Kembali Diringkus Polisi Bersama 4 terduga Lainnya

 

Mataram NTB – Satu dari 5 terduga yang diamankan Saat Resnarkoba Polresta Mataram adalah seorang Residivis atas kasus yang sama. Tergiur keuntungan akhirnya terduga tersebut kembali ditangkap bersama 4 terduga lainnya.

 

Dalam keterangannya Pada Konferensi pers, Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama SE SIK, didampingi Wakasat Narkoba Iptu Gustinus Goid, serta Kasubnit Penmas Polresta Mataram Aiptu Putu Eka Winastra, di depan Wartawan menceritakan perihal keberhasilan menangkap 5 terduga pengedar barang perusak masa depan generasi tersebut yang melibatkan mantan penghuni bui tersebut.

 

Dikatakannya, atas dukungan dan partisipasi masyarakat kota Mataram lah sehingga pengungkapan dan pencegahan peredaran sabu di wilayah hukumnya dapat di gagalkan.

 

“Kami sampaikan terimakasih kepada masyarakat Kota Mataram yang begitu besar ingin menyelamatkan anak dan keluarganya sehingga dengan tak bosan-bosanya memberikan informasi kepada Kami, “ungkap Yogi saat konferensi pers, (25/06).

 

Berawal dari dukungan tersebut akhirnya tim opsnal melakukan penyelidikan dimana lokasi yang di maksud sangat kerap terjadi transaksi narkoba.

 

Saat tim tiba di TKP yaitu di Jl. Ade Irma Suryani, Selaparang, Kota Mataram tepatnya di salah satu kos-kosan tim mendapati 4 terduga yang terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan yang diduga sebagai Pengedar ataupun pemakai barang haram tersebut.

 

Mereka yang diamankan HQM, pria 29 tahun alamat Ampenan kota Mataram, berikutnya MYA pria 22 tahun, Alamat Selaparang Kota Mataram. Kemudian APD, perempuan 28 tahun, suku Bali, alamat Sandubaya Kota Mataram dan AF perempuan 28 tahun, suku Bali, Alamat Lingsar, Lombok Barat.

 

“Keempatnya di tangkap di sebuah kamar Kos-kosan. Dari hasil penggeledahan yang disaksikan oleh Aparat lingkungan setempat ditemukan barang yang berbentuk Cristal di duga Sabu seberat 25, 88 gram brutto, “jelas Yogi.

 

Setelah dilakukan pengembangan terhadap keempat terduga tersebut diperoleh keterangan adanya keterkaitan dengan seseorang di wilayah karang Bagu yang konon merupakan tempat yang sering digunakan untuk transaksi sabu.

 

“Saat kami tiba di lokasi yang dimaksud, mendapati seorang perempuan bernama YA 30 tahun, alamat Karang Bagu, Cakranegara Kota Mataram yang diduga kuat ada kaitannya dengan sabu 25, 88 gram yang diamankan dari 4 terduga yang telah diamankan, “kata Yogi

 

Adapun barang bukti lainnya yang juga turut diamankan berupa alat Komunikasi milik semua terduga, alat konsumsi sabu, timbangan elektrik, Alat pendukung penjualan, Buku Bank serta uang tunai Belasan juta rupiah. Sementara ke lima terduga masih dalam proses pemeriksaan serta dilakukan tes urine.

 

“Dari hasil tes urine ke lima terduga dinyatakan positif, “jelasnya.

 

Untuk pasal yang disangkakan adalah pasal 114, dan atau 112 dan atau 127 UU nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara.

 

” Tak lupa kami sampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada masyarakat kota Mataram yang telah secara bersama – sama memerangi peredaran narkoba di wilayah Kota Mataram, “tambahnya sembari menyudahi wawancara.

 

Salah satu tersangka yang ternyata Residivis atas kasus yang sama (HQM) dalam keterangannya, melakukan kegiatan penjualan sabu dan mengkonsumsi sabu karena pergaulan.

 

” Karena pergaulan, awalnya saya ikut-ikutan, lama kelamaan jadi ketagihan dan tergiur untung, karena per geramnya saya bisa mendapat keuntungan 200 ribu per gram, “beber HQM.

 

“Per gram dijual 1.200.000 dengan keuntungan 200 ribu, “tambah HQM.

 

Sementara itu AF salah satu terduga perempuan mengatakan bahwa dirinyanya tidak punya pekerjaan, dan dua minggu yang lalu ditawarkan untuk coba-coba mengkonsumsi sabu.

 

“Saya baru nyoba-nyoba pak, saya tidak pernah menjual, saya cuman pernah konsumsi, itupun dua Minggu yang lalu, “cetus AF.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.