Menko Airlangga Apresiasi Pemberian BTPKLW di Kota Mataram

banner 468x60

Mataram – Kota Mataram menjadi salah satu dalam penyaluran Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) terbaik yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 9 Oktober 2021 lalu.

Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU, saat meninjau dan memberikan langsung BTPKLW kepada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang yang didampingi oleh Menteri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si. dan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, Kapolda NTB, Muhammad Iqbal, Danrem 162/WB, Ahmad Rizal Ramdhani.

Dalam laporan yang disampaikan lewat sambutannya Kapolresta Mataram Kombespol Heri Wahyudi SIK bersama Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm Gunawan, S.Sos menjelaskan bahwa ada 4500 orang pengusaha mikro seperti PKLW kota mataram yang telah terverifikasi menjadi target yang diberikan untuk menyalurkan bantuan tunai dengan masing-masing mendapatkan sebesar 1 juta 200 ribu rupiah.

“Sejauh ini kami dari Polresta Mataram telah menyalurkan bantuan tunai tersebut kepada yang berhak menerima sesuai data yang telah di verifikasi pusat. Dan sampai saat ini sudah dilaksanakan 100 persen sesuai target yang diberikan,” ungkap Kapolresta di hadapan Pak menteri dan para hadirin.

Menko Perekonomian saat menyapa warga “Saya sangat mengapresiasi pemberian BTPKLW di Provinsi NTB, hal ini menjadikan NTB sebagai provinsi terbaik karena dengan cepat melakukan penyaluran bantuan,” pungkas Airlangga, Kamis (14/10/2021).

Sebanyak 8.482 paket bantuan yang direalisasikan melalui Kodim 1606 Mataram sebanyak 1.300 paket bantuan paket dan Kapolres Mataram sebanyak 7.182 paket bantuan. Setiap paket bantuan senilai Rp. 1.200.000 per paket bantuan.

Airlangga juga menuturkan bahwa program BTPKLW sebagai bentuk bantuan dari pemerintah kepada pedagang kaki lima dan warung yang pada saat PPKM tidak bisa berjualan.

“Program ini adalah sebagai membantu para PKL dan Warung ketika PPKM kemarin dilarang berjualan. BPTKLW tersebut diharapkan mampu membantu usaha para pedagang kaki lima dan pengusaha warung di sekitaran kota Mataram” tuturnya.

Sementara itu, Sahnan selaku Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitar Taman Sangkareang mengaku sangat berterima kasih kepada pemerintah karena telah berupaya membantu masyarakat untuk bertahan dan bisa berjualan kembali.

Selama pandemi, pendapatan kami sekitar 15.000 rupiah, biasanya dapat 300.000, kami sangat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, ini bisa jadi modal kami,” kata Pak Sahnan Penjual jus dan minuman ringan.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *