Ratusan Butir Tramadol Dimusnahkan Polres Lotim Bersama Dengan Barang Bukti Tindak Pidana Narkotika

banner 468x60

lombokpictures.com – Ratusan gram sabu dan ratusan butir obat terlarang dimusnahkan Polres Lombok Timur dengan menggelar konferensi pers di halaman Sat Resnarkoba Polres Lotim dalam rangka pemusnahan barang bukti kasus tindak pidana narkotika golongan I jenis sabu. Rabu (29/9/21)

Pemusnahan tersebut berdasarkan surat ketetapan pemusnahan barang bukti narkotika golongan I pada tanggal 27 Agustus 2021 terkait kasus narkotika antar pulau yang menggunakan modus menyembunyikan barang bukti ke dalam perut dengan dibungkus plastik menjadi 3 bagian dan berhasil di keluarkan dengan bantuan tenaga medis RSU Soedjono Selong pada bulan Agustus lalu dengan tersangka RF (32 tahun) alamat Kampung Karya Barat Desa Aikmel Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur.

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian Perencanaan Polres Lombok Timur Kompol Ahmad Sutarman, S.H selaku perwakilan Kapolres Lotim dalam pemusnahan barang bukti tersebut mengungkapkan selain dilakukan pemusnahan terhadap barang bukti narkotika golongan I jenis sabu tersebut juga dilakukan pemusnahan ratusan pil obat terlarang hasil dari temuan Tim Satresnarkoba Polres Lotim.

“sebanyak tiga poket sabu masing-masing 97,48 gram, 93,95 gram dan 2 gram sabu serta obat merk Tramadol HCI 300 butir dan obat merk Trihexyphenidyil sebanyak 350 butir akan kita musnahkan hari ini” terangnya.

Adapun ratusan butir pil obat tersebut merupakan hasil temuan Satres Narkoba Polres Lotim yang dikirim menggunakan paket melalui JNE Sikur. Dikarenakan sudah 3 hari tidak ada penerima barang yang mengambil paket tersebut sehingga menimbulkan kecurigaan dan setelah dilakukan pemeriksaan rupanya paket tersebut merupakan obat terlarang yang harus di konsumsi sesuai dengan resep dokter.

“paket tersebut diketahui dikirim dari tangerang namun tidak ada informasi identitas pengirimnya” lanjutnya.

Obat-obatan tersebut perlu dilakukan pemusnahan dikarenakan merupakan obat yang dilarang edar bebas karena dapat membahayakan jika tidak di sertai dengan resep dokter.

Ebang Yuliastusi selaku Seksi Farmasi Dan Makanan Minuman Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur mengungkapkan bahwa di Lombok Timur kedua jenis obat tersebut memiliki edar resmi dan dapat di temukan di apotik ataupun rumah sakit namun harus menggunakan resep dokter.

“obat tersebut biasanya di gunakan untuk orang yang mengidap gangguan jiwa dan jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan halusinasi” jelasnya.

Kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut juga di hadiri oleh perwakilan dari Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Pengadilan Lombok Timur dan Dikes Kabupaten Lombok Timur.

 

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *